Mengenal Geisha, Wanita Penghibur di Jepang

Geisha tercantik di Jepang

Kehidupan seorang Geisha memang masih menjadi misteri tersendiri bagi sebagian orang. Ada yang menganggap Geisha itu sama dengan pelacur, itu tidak benar. Dalam bahasa Jepang sendiri Geisha bisa diartikan sebagai 'orang seni', atau dengan kata lain adalah orang yang menguasai berbagai seni tradisional Jepang. Seni disini bisa menjurus ke beberapa aspek seperti tarian, musik, sampai tradisi minum teh.

Untuk melakoni profesi ini juga tidak bisa dikatakan mudah, dibutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum benar-benar bisa diakui menjadi seorang Geisha di Jepang. Mereka yang ingin menjadi Geisha biasanya akan tinggal di sebuah asrama yang disebut Okiya. Sang pemilik Okiya tersebutlah yang akan membiayai semua kebutuhan para calon Geisha, mulai dari baju, aksesoris, perawatan kecantikan, sampai kursus untuk mengajari mereka seni menghibur.

Read More! 5 Gravure Idol Paling Terkenal di Jepang

Tentunya semua biaya yang dikeluarkan ibu (pemilik Okiya) nantinya akan diganti jika Geisha tersebut sudah mulai debutnya. Oh iya, ada juga istilah Maiko yang bisa diartikan sebagai Geisha cilik. Maiko umumnya adalah mereka yang sedang menjalani masa magang sebelum menjadi Geisha. Jadi, bedakan antara Geisha dan Maiko.

Perbedaan antara Maiko dan Geisha

Setelah memulai debutnya dan mendapatkan gaji, tidak berarti sudah bebas. Mereka harus mengganti seluruh biaya yang dikeluarkan ibu beserta pembagian keuntungan lainnya. Jika sudah dianggap lunas, barulah para Geisha ini bisa mandiri.

Tugas Geisha

Banyak yang salah kaprah menganggap para Geisha adalah wanita penghibur. Memang tugas utamanya menghibur, namun tidak menjurus ke arah seksual. Jasa seorang Geisha bisa dipakai untuk aneka kebutuhan, seperti menghibur di bar, restaurant, atau tempat lain yang memang membutuhkan pelayanan Geisha.

Fakta Geisha

Ada beberapa fakta unik yang harus kamu tahu tentang Geisha, antara lain:

1. Geisha Pertama Adalah Seorang Pria

Peran ini pada awalnya diambil oleh pria. Namun, seiring berjalannya waktu minat pria akan profesi ini terus berkurang. Dari situ mulailah wanita ikut andil dalam perang tersebut. Hingga sampai sekarang terjadi pergeseran makna bahwa Geisha itu haruslah seorang wanita.

2. Hanamachi

Hanamachi sendiri merupakan sebuah daerah di Kyoto yang paling populer ditinggali oleh Geisha. Di tempat ini banyak sekali terdapat Okiya dan Ochaya.

3. Biaya

Konon, biaya yang dikeluarkan untuk membiayai perempuan sampai menjadi seorang Geisha tidaklah sedikit. Nominalnya tidak pasti, yang jelas sampai ratusan juta. Mengingat proses yang dijalani juga tidaklah sebentar, sekitar 5 tahunan.

Ribet juga, ya? Ya tidak apalah, toh ini sudah menjadi bagian dari tradisi di Jepang.