2 Agustus 2017

Alasan Utama Banyak Wanita di Jepang Memilih Menjadi Artis JAV

kepopuleran jav di mata dunia

Jepang adalah salah satu negara yang bisa dikatakan sukses dalam hal "film porno". Film dewasa Jepang sendiri sering disebut JAV atau Japanese Adult Video. Hal ini didukung oleh banyaknya wanita yang berkeinginan untuk menjadi artis porno. Di Jepang sendiri, tidaklah sulit untuk mencari model untuk memainkan film dewasa. Bahkan, sejak mulai umur 18 tahun, mereka sudah mulai kenal dan masuk dalam industri porno.

Baca juga: Alasan Siswi Jepang Tidak Boleh Pakai Celana Dalam Saat ke Sekolah

Setiap tahunnya, selalu ada wanita baru yang tercatat menjadi bintang porno. Bahkan jumlahnya kian banyak. Hal tersebutlah yang menjadikan Jepang salah satu negara dengan industri film porno terbesar di dunia. Jika ditelisik lebih dalam, JAV termasuk film porno yang sukses bersaing. Alasan pertama karena banyaknya aktris yang mereka miliki. Kedua, film dewasa Jepang memiliki banyak sekali genre, dari yang biasa sampai yang aneh dan ngeri sekalipun ada, lho.


Alasan Wanita Jepang Memilih Menjadi Artis JAV

Kembali ke topik, ternyata alasan utama para wanita tertarik menjadi bintang porno ialah karena uang. Ya, uang. Untuk mereka yang sudah punya nama besar dalam industri ini, mereka bisa meraup untuk yang sangat besar per film-nya. Sebut saja nama-nama besar seperti Sora Aoi, Maria Ozawa, Anri Okita dan sebagainya. Mereka bisa memperoleh puluhan sampai ratusan juta untuk setiap film yang mereka bintangi.

Tapi, untuk menjadi aktris yang "pro" bukanlah sesuatu yang mudah. Pertama, mereka harus rela dibayar rendah saat baru pertama kali main film. Itupun mereka harus mau berakting dengan lawan main yang belum tentu mereka sukai. Disuruh bercinta dengan orang yang tidak dikenal namun harus memberikan kesan menikmati peran, itulah yang dilakukan para bintang JAV baru.

Meski begitu, tetap saja industri ini masih berjalan hingga sekarang. Ya, mungkin disana menjadi seorang bintang porno bukanlah sesuatu yang tabu. Atau entah apa alasannya, yang jelas ini sudah menjadi seperti "tambang emas" bagi negeri Sakura tersebut.